Puasa Dihentikan Diabetes: Kenali Tanda Bahayanya
Puasa dihentikan diabetes bukanlah keputusan yang perlu ditunda ketika tubuh menunjukkan tanda bahaya. Penderita diabetes memang dapat menjalankan puasa dengan pengawasan medis, namun ada kondisi tertentu yang membuat puasa tidak aman untuk dilanjutkan.
Memahami sinyal tubuh sejak dini dapat mencegah komplikasi serius selama Ramadhan.
Gula Darah Terlalu Rendah (Hipoglikemia)
Kadar gula di bawah 70 mg/dL merupakan kondisi berbahaya. Gejala yang sering muncul:
-
Gemetar
-
Keringat dingin
-
Lemas mendadak
-
Pusing atau pandangan kabur
-
Jantung berdebar
Jika ini terjadi, puasa harus segera dibatalkan untuk mencegah penurunan kesadaran.
Gula Darah Terlalu Tinggi (Hiperglikemia)
Kadar gula di atas 300 mg/dL juga menjadi alasan kuat untuk menghentikan puasa.
Gejalanya meliputi:
-
Haus berlebihan
-
Sering buang air kecil
-
Mual
-
Tubuh terasa sangat lemas
Kondisi ini dapat berkembang menjadi komplikasi serius bila tidak segera ditangani.
Dehidrasi Berat Saat Puasa
Kekurangan cairan dapat memperparah kondisi metabolik. Tanda yang perlu diwaspadai:
-
Bibir sangat kering
-
Urin pekat dan sedikit
-
Pusing saat berdiri
-
Lemas ekstrem
Jika gejala ini muncul, terutama pada lansia atau pasien dengan gangguan ginjal, puasa sebaiknya dihentikan.
Kondisi Risiko Tinggi
Beberapa penderita diabetes tergolong risiko tinggi, seperti:
-
Riwayat hipoglikemia berat berulang
-
Luka kaki diabetik aktif
-
Gangguan ginjal kronis
-
Riwayat ketoasidosis
Evaluasi medis sebelum Ramadhan sangat disarankan untuk menentukan keamanan berpuasa.
Kesimpulan
Mengetahui kapan harus membatalkan puasa adalah bagian dari menjaga kesehatan. Mengenali tanda gula darah rendah, gula darah tinggi, dan dehidrasi dapat mencegah risiko yang lebih besar.
Keputusan yang tepat pada waktu yang tepat dapat melindungi tubuh dari komplikasi jangka panjang.