Hipoglikemia dan Hiperglikemia: Gejala & Cara Mengatasi
Artikel

Hipoglikemia dan Hiperglikemia: Gejala & Cara Mengatasi

14 Mei 2026 RUMAT 70 Views

Hipoglikemia dan Hiperglikemia: Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Hipoglikemia dan hiperglikemia adalah dua kondisi yang sering terjadi pada penderita diabetes dan sama-sama berisiko jika tidak ditangani dengan tepat. Kadar gula darah yang terlalu rendah maupun terlalu tinggi dapat mengganggu fungsi tubuh dan memicu komplikasi serius.

Memahami perbedaan, gejala, serta cara penanganannya menjadi kunci untuk menjaga kondisi tetap stabil.

Hipoglikemia dan Hiperglikemia: Apa Perbedaannya?

Hipoglikemia (Gula Darah Rendah)

Hipoglikemia terjadi ketika kadar gula darah <70 mg/dL.

Penyebab umum:

  • Penggunaan insulin atau obat berlebihan
  • Terlambat makan atau tidak makan
  • Aktivitas fisik berlebihan tanpa asupan cukup
  • Konsumsi alkohol

Gejala hipoglikemia:

  • Lemas dan gemetar
  • Keringat dingin
  • Pusing dan lapar mendadak
  • Jantung berdebar
  • Sulit konsentrasi

Pada kondisi berat, dapat menyebabkan penurunan kesadaran.

Cara Mengatasi Hipoglikemia dengan Cepat

Penanganan awal harus segera dilakukan:

  • Konsumsi 15–20 gram gula cepat serap (misalnya minuman manis, permen, atau gula)
  • Istirahat dan cek ulang gula darah
  • Evaluasi pola makan dan obat

Penanganan cepat sangat penting untuk mencegah kondisi darurat.

Hiperglikemia (Gula Darah Tinggi)

Hiperglikemia terjadi ketika kadar gula darah ≥200 mg/dL.

Penyebab umum:

  • Diabetes tidak terkontrol
  • Tidak patuh obat atau diet
  • Infeksi atau stres
  • Kurang aktivitas fisik

Gejala hiperglikemia:

  • Sering buang air kecil
  • Haus berlebihan
  • Mudah lapar
  • Lemas dan cepat lelah
  • Penglihatan kabur
  • Luka sulit sembuh

Dampak Hipoglikemia dan Hiperglikemia bagi Tubuh

Kedua kondisi ini memiliki risiko serius:

  • Hipoglikemia → risiko pingsan dan gangguan otak
  • Hiperglikemia → komplikasi jangka panjang seperti:

Kontrol yang buruk dapat mempercepat munculnya komplikasi kronis.

Cara Menjaga Gula Darah Tetap Stabil

Untuk mencegah hipoglikemia dan hiperglikemia:

  • Konsumsi makanan teratur
  • Pantau gula darah secara rutin
  • Ikuti terapi obat sesuai anjuran
  • Lakukan aktivitas fisik secara seimbang
  • Hindari konsumsi gula berlebihan

Kesimpulan

Hipoglikemia dan hiperglikemia adalah kondisi yang sama-sama berbahaya. Kunci utama pencegahan adalah menjaga gula darah tetap stabil melalui pola hidup sehat dan pemantauan rutin.

Deteksi dini dan penanganan cepat dapat mencegah komplikasi serius, termasuk luka diabetes yang sulit sembuh.

Bagikan Artikel Ini

Galeri

Hipoglikemia dan Hiperglikemia: Gejala & Cara Mengatasi

Tentang Penulis

Tim Medis RUMAT
Tim Edukasi Perawatan Luka & Home Care Ditinjau secara medis

Konten ini disusun dan ditinjau oleh Tim Medis RUMAT — terdiri dari perawat luka bersertifikat (Certified Wound Care Clinician), dokter umum, dan tenaga kesehatan profesional dengan pengalaman menangani ribuan kasus luka diabetes, luka kronis, dan perawatan paliatif di rumah pasien di seluruh Indonesia.

Perawatan Luka Luka Diabetes Home Care Wound Specialist
Artikel ini bersifat edukatif dan bukan pengganti konsultasi medis langsung. Untuk diagnosis dan penanganan, silakan hubungi tenaga kesehatan profesional.
RUMAT - Perawatan Luka Diabetes
PT. Rumah Perawatan Indonesia
Kantor Pusat :
RPI Head Office
Sunset Avenue, AP3 No. 31-32, Grand Wisata
Lambangsari, Tambun Selatan, Bekasi, 17510

Hubungi Kami

Customer Service
Call Center RUMAT :
Home Care

Tetap Terhubung

Grup RUMAT