Diabetes pada Gen Z: Waspadai Risiko dari FOMO Kuliner
Artikel

Diabetes pada Gen Z: Waspadai Risiko dari FOMO Kuliner

14 Mei 2026 RUMAT 22 Views

Diabetes pada Gen Z: Waspadai Risiko dari FOMO Kuliner

Di tengah gempuran makanan dan minuman viral di media sosial, fenomena FOMO (Fear Of Missing Out) meningkatkan risiko diabetes pada Gen Z, karena kebiasaan mengonsumsi makanan manis tinggi kalori bisa memengaruhi kadar gula darah. Tren kuliner kekinian memang terlihat menyenangkan, tetapi bisa membawa risiko kesehatan serius bagi generasi muda.

Mengapa Gen Z Rentan Mengalami Diabetes

1. Trend Nongkrong dan Kuliner Viral

Makanan dan minuman manis yang sering dipromosikan di media sosial membuat Gen Z terdorong untuk ikut tren. Contohnya: kopi kekinian, matcha, milk tea, milkshake, donat, roti, cheesecake, dan pastry manis lainnya.

Masalahnya: semua makanan ini tinggi gula dan kalori, yang bisa meningkatkan risiko diabetes tipe 2. Kebiasaan FOMO ini juga memicu kenaikan berat badan, sehingga sel tubuh menjadi lebih resisten terhadap insulin.

2. Kurangnya Aktivitas Fisik

Kurangnya olahraga membuat tubuh tidak mampu mengelola glukosa dengan efisien. Glukosa yang menumpuk dapat meningkatkan risiko diabetes. Aktivitas fisik membantu:

  • Mengubah glukosa menjadi energi

  • Meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin

Namun, tren “mageran” di kalangan Gen Z memperbesar risiko diabetes.

3. Pola Tidur Tidak Teratur

Gangguan tidur atau begadang sering dialami Gen Z karena tuntutan akademik, pekerjaan, atau kegiatan sosial. Tidur yang tidak teratur dapat:

  • Menurunkan efektivitas insulin

  • Menyebabkan resistensi insulin

  • Meningkatkan risiko diabetes tipe 2

Tidur yang cukup (7–8 jam) sangat penting untuk metabolisme dan pengaturan gula darah.

Cara Mencegah Diabetes pada Gen Z

  1. Medical check-up rutin di fasilitas kesehatan.

  2. Konsumsi makanan sehat: sayur, buah, dan air putih cukup; kurangi makanan tinggi gula, lemak, dan garam.

  3. Olahraga rutin minimal 30 menit sehari, bisa dimulai dengan jalan kaki atau aktivitas ringan.

  4. Tidur cukup dan berkualitas 7–8 jam per hari.

  5. Hindari kebiasaan merokok dan minum alkohol.

Dengan gaya hidup sehat, Gen Z dapat tetap menikmati tren kuliner tanpa meningkatkan risiko diabetes.

Kesimpulan

Fenomena FOMO di kalangan Gen Z meningkatkan risiko diabetes tipe 2 melalui konsumsi makanan manis, kurang aktivitas fisik, dan pola tidur tidak teratur. Pencegahan dapat dilakukan dengan gaya hidup sehat, rutin medical check-up, olahraga, tidur cukup, dan konsumsi makanan bergizi.

Bagikan Artikel Ini

Galeri

Diabetes pada Gen Z: Waspadai Risiko dari FOMO Kuliner

Tentang Penulis

Tim Medis RUMAT
Tim Edukasi Perawatan Luka & Home Care Ditinjau secara medis

Konten ini disusun dan ditinjau oleh Tim Medis RUMAT — terdiri dari perawat luka bersertifikat (Certified Wound Care Clinician), dokter umum, dan tenaga kesehatan profesional dengan pengalaman menangani ribuan kasus luka diabetes, luka kronis, dan perawatan paliatif di rumah pasien di seluruh Indonesia.

Perawatan Luka Luka Diabetes Home Care Wound Specialist
Artikel ini bersifat edukatif dan bukan pengganti konsultasi medis langsung. Untuk diagnosis dan penanganan, silakan hubungi tenaga kesehatan profesional.
RUMAT - Perawatan Luka Diabetes
PT. Rumah Perawatan Indonesia
Kantor Pusat :
RPI Head Office
Sunset Avenue, AP3 No. 31-32, Grand Wisata
Lambangsari, Tambun Selatan, Bekasi, 17510

Hubungi Kami

Customer Service
Call Center RUMAT :
Home Care

Tetap Terhubung

Grup RUMAT